Sulit Lepas dari HP? Kenali Dampaknya pada Kesehatan Mental

Dalam praktik sehari-hari, saya sering menemukan pasien yang terus menggulir media sosial atau membaca berita yang memicu kecemasan, tetapi merasa sulit untuk berhenti. Kebiasaan ini dikenal sebagai doomscrolling, yaitu perilaku terus-menerus mengonsumsi informasi, terutama konten negatif, di media sosial atau internet.

Home Sulit Lepas dari HP? Kenali Dampaknya pada Kesehatan Mental

Sulit Lepas dari HP? Kenali Dampaknya pada Kesehatan Mental

Saya sering mendengar keluhan ini di ruang praktik: “Dok, saya tahu kebanyakan lihat HP itu tidak baik, tapi rasanya susah banget berhenti.” Mungkin Anda juga pernah merasakan hal yang sama. Awalnya hanya ingin mengecek pesan atau melihat media sosial sebentar, tetapi tanpa disadari satu video berlanjut ke video lain, satu notifikasi menarik perhatian ke notifikasi berikutnya.

Di era digital saat ini, smartphone memang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, hampir semua aktivitas dapat dilakukan melalui layar ponsel. Penggunaan smartphone tentu bukan sesuatu yang salah. Namun, ketika kebiasaan tersebut mulai menghabiskan banyak waktu, membuat sulit berhenti membuka media sosial tanpa tujuan yang jelas, mengganggu kualitas tidur, konsentrasi, atau bahkan memengaruhi suasana hati, kita perlu mulai lebih waspada terhadap dampaknya pada kesehatan mental.

Apa Itu Doomscrolling?

Dalam praktik sehari-hari, saya sering menemukan pasien yang terus menggulir media sosial atau membaca berita yang memicu kecemasan, tetapi merasa sulit untuk berhenti. Kebiasaan ini dikenal sebagai doomscrolling, yaitu perilaku terus-menerus mengonsumsi informasi, terutama konten negatif, di media sosial atau internet.

Doomscrolling sering terjadi saat waktu istirahat, seperti sebelum tidur atau sesaat setelah bangun pagi. Awalnya hanya beberapa menit, tetapi tanpa disadari bisa berlangsung berjam-jam dan membuat seseorang merasa lebih lelah, cemas, serta sulit beristirahat dengan optimal.

Kapan Screen Time Menjadi Masalah?

Coba perhatikan, apakah Anda mulai mengalami beberapa hal berikut:

  • pekerjaan atau kegiatan belajar menjadi terganggu karena terlalu sering membuka ponsel,

  • waktu tidur semakin larut dan bangun dalam keadaan tidak segar,

  • sulit berkonsentrasi saat bekerja atau melakukan aktivitas sederhana,

  • merasa gelisah atau cemas ketika jauh dari ponsel,

  • interaksi dengan keluarga atau teman menjadi berkurang,

  • sering membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial hingga memengaruhi suasana hati atau kepercayaan diri.

Jika beberapa tanda tersebut mulai muncul secara konsisten, mungkin sudah saatnya mengevaluasi kembali hubungan Anda dengan gadget. Sebab, penggunaan layar yang berlebihan tidak hanya memengaruhi produktivitas, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental

1. Meningkatkan Risiko Stres dan Kecemasan

Paparan informasi yang terus-menerus, terutama berita negatif atau konten yang memicu kekhawatiran, dapat membuat otak berada dalam kondisi siaga berkepanjangan. Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa cemas, tegang, atau sulit rileks.

2. Mengganggu Kualitas Tidur

Banyak orang memiliki kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur. Cahaya dari layar dan stimulasi informasi yang terus masuk dapat mengganggu proses tidur sehingga tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal.

Akibatnya, seseorang dapat merasa tetap lelah meskipun sudah tidur cukup lama.

3. Menurunkan Konsentrasi dan Produktivitas

Notifikasi yang terus muncul dan kebiasaan berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain dapat membuat otak sulit mempertahankan fokus dalam waktu lama.

Hal ini dapat berdampak pada pekerjaan, proses belajar, maupun aktivitas sehari-hari.

4. Memicu Perasaan Tidak Percaya Diri

Media sosial sering kali menampilkan versi terbaik dari kehidupan seseorang. Jika tidak disikapi dengan bijak, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dapat memicu perasaan kurang percaya diri, tidak puas terhadap diri sendiri, hingga menurunkan kesejahteraan psikologis.

Bagaimana Cara Mengelola Penggunaan Gadget dengan Lebih Sehat?

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Buat jadwal khusus – Misalnya, media sosial hanya dibuka 30 menit di siang hari, sisanya tidak.

  2. Atur zona bebas gadget – Kamar tidur adalah untuk tidur. Coba hindari HP 1–2 jam sebelum tidur. Bacalah buku fisik atau sekadar ngobrol dengan keluarga.

  3. Matikan notifikasi yang tidak penting – Percayalah, tidak ada yang darurat dari notifikasi like atau komentar.

  4. Ganti kebiasaan – Saat merasa bosan dan ingin meraih HP, coba bangkit, minum air putih, atau regangkan tubuh.

  5. Sediakan waktu digital detox – Misalnya setiap Minggu pagi selama 2-3 jam, HP dimatikan atau ditinggal di rumah.

Jangan Abaikan Kelelahan Mental

Stres berkepanjangan, gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, hingga kelelahan mental sering kali berkembang secara perlahan dan tidak disadari. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan fisik, emosional, hubungan sosial, hingga produktivitas sehari-hari.

Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini dan segera mencari bantuan profesional apabila keluhan mulai mengganggu aktivitas atau kualitas hidup.

Konsultasikan Kesehatan Mental Anda di Kanaya Executive Health RSUD Cengkareng

Didukung layanan konsultasi Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Sp.KJ) yang profesional dan nyaman, Kanaya Executive Health RSUD Cengkareng hadir untuk membantu Anda memahami, mengelola, dan mengatasi berbagai masalah kesehatan mental, mulai dari stres, kecemasan, gangguan tidur, hingga kelelahan mental akibat tekanan kehidupan sehari-hari.

Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Semakin dini mendapatkan penanganan yang tepat, semakin besar peluang untuk mempertahankan kualitas hidup dan kesejahteraan secara menyeluruh.

Oleh : dr. Tiara Nugraeni, Sp. KJ

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

Kanaya Executive Clinic RSUD Cengkareng.

Keyword SEO: kesehatan mental, doomscrolling, screen time, kecanduan gadget, media sosial dan kesehatan mental, stres, kecemasan, gangguan tidur, konsultasi psikiater Jakarta Barat, dokter jiwa Jakarta Barat, Kanaya Executive Health, RSUD Cengkareng.